|
Migrasi Joomla J!1.0.x ke J!1.x |
|
|
|
|
Migrasi joomla dari versi 1.0.x ke 1.x adalah bukan upgrading, artinya kita tidak bisa me-replace begitu saja joomla v.1.0.x menjadi v.1.x. Upgrade / patch adalah apabila sebelumnya anda menggunakan J!v.1.0.14 kemudian ingin mem-patch/mengupgrade menjadi J!v.1.0.15, anda cukup mencari file patchnya, untuk kemudian mengextract dan me-replace file di root folder joomla anda. Biasanya hal ini dilakukan untuk menutup hole yang ada di Joomla versi sebelumnya, sedangkan migrasi J!v.1.0.x ke J!v.1.x adalah BUKAN untuk tujuan demikian, karena framework J!v.1.0.x sama sekali berbeda dengan J!v.1.x. Bertahan menggunakan J!v.1.0.x juga bukan suatu kesalahan. J!v.1.x adalah versi baru dari Jooma, perlu diingat : - memiliki struktur database yang sama sekali berbeda dengan J!v.1.0.x. - component/modules/themes J!v.1.0.x ( terutama third party ) banyak yang belum compatible untuk J!v.1.x, hingga anda harus menconfigurasi ulang secara manual apabila melakukan migrasi. Apabila anda mereplace Joomla v.1.0x anda dengan v.1.x, sudah pasti akan terjadi error di joomla anda. Bagaimana cara migrasi dari J!v.1.0.x ke J!v.1.x ? |
|
Baca lebih lanjut...
|
 |
|
Joomla 1.0.x atau Joomla 1.5.x |
|
|
|
|
Banyak pertanyaan dilontarkan di berbagai forum, terutama forum komunitas pengguna Joomla seperti id-joomla dan forum.joomla.org mengenai pilihan menggunakan Joomla 1.0.x atau Joomla 1.5.x. Pertanyaan seputar flexibilitas, kemudahan, dukungan ekstension dan sekuriti menjadi hal yang kerap dibahas. Kalau begitu pilih yang mana? Joomla 1.0.x atau Joomla 1.5.x atau Golput? bicara eh menulis tentang mana yang lebih afdol untuk saat ini tentunya tidak lepas dari riwayat pengguna Joomla itu sendiri. Bagi pengguna pemula (yang baru mengenal Joomla) menurut hemat saya sebaiknya langsung menggunakan Joomla 1.5.x ( versi terkini Joomla 1.5.9). Mengapa demikian, karena terkait rilis resmi dari Core Developer Joomla yang menyatakan bahwa dukungan terhadap Joomla 1.0.x akan dihentikan pada medio 2009 ini (link) Pada titik ini pengguna dihadapkan pada dua pilihan Joomla 1.0.x atau Joomla 1.5.x dan tidak ada pilihan golput (kecuali anda menggunakan system yang lain- dan hal itu tidak menjadi bagian tulisan ini) |
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Ayah Tak Sanggup Bayar Ambulance : Jalan Kaki 10 Km Gendong Jenazah Anak ... Jika masih memiliki nurani yang sehat, peristiwa ini sungguh menikam rasa kemanusiaan kita. Sungguh terjadi di rumah sakit milik pemerintah, RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang. Hidup sudah sulit, mati pun dipersulit... Adalah Yakobus Anunut, ayah seorang balita, Limsa Setiana Katarina Anunut (2,5 tahun), penderita gizi buruk dan diare yang mengalami nasib yang memilukan itu. Gara-gara tak punya uang Rp 300.000,- untuk menyewa mobil ambulance rumah sakit, Yakobus Anunut (37 tahun), warga kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, nekat berjalan kaki kurang lebih 10 kilometer sambil menggendong jenazah anaknya. Beruntung ada sanak keluarganya yang datang menolong menggunakan mobil saat dia baru berjalan lebih kurang lima kilometer. Si kecil Limsa yang menderita gizi buruk, terkena diare sehingga Yakobus pun membawanya ke RSU Kupang, NTT, Rabu (11/2/2009). Karena ruang perawatan sudah penuh, Limsa dirawat di salah satu ruangan instalasi gawat darurat (IGD). Dengan jaminan kartu kesehatan untuk orang miskin, Yakobus berharap anaknya mendapat perawatan untuk disembuhkan. |
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 17 |